Danau Toba, Antara Sejarah Zaman Es dan Legenda Rakyat

Danau Toba adalah salah satu destinasi wisata paling populer di kawasan Sumatera Utara terutama Medan. Danau Toba menawarkan pemandangan alam yan luar biasa dengan air danau yang biru seperti laut dan sebuah daratan kecil ditengah danau yang disebut Pulau Samosir. Satu-satunya yang membuat Danau Toba tidak terlihat seperti lautan adalah karena tidaka adanya ombak yang menghiasi perairan Toba. Kawasan Danau Toba juga dekat dengan kawasan Berastagi yang terkenal dengan wisata pegunungannya dan juga kebun buah dan sayur dengan hasil alam segar. Buah dan sayur segar hasil alam Berastagi di jual di pasar buah Berastagi. Sehingga saat mengunjungi Danau Toba, anda bisa mengunjungi Berastagi sekaligus sehingga bisa menjadi wisata pegunungan yang sangat menyenangkan.

Selain wisata alam dan wisata pegunungan, Danau Toba juga menawarkan wisata sejarah yang menyimpan dua cerita sekaligus. Seperti yang kita ketahui, Danau Toba terkenal dengan legenda rakyatnya tentang Pemuda Samosir yang kini menjadi daratan kecil ditengah Danau Toba. Selain itu, ada juga cerita ilmiah tentang Danau Toba yang terbentuk karena letusan gunung supervolcano yang pernah meletus dengan luar biasa di masa lalu dan menyebabkan dimulainya zaman es.

Berdasarkan legenda rakyat, Danau Toba terbentuk karena Samosir yang mengingkari janjinya pada sang istri yang merupakan jelmaan ikan. Pemuda Samosir adalah pemuda asal Medan yang pekerjaannya sehari-hari adalah bercocok tanam dan memancing ikan. Suatu hari saat ia sedang memancing, Samosir mendapatkan seekor ikan yang bisa berbicara. Ternyata ikan tersebut menjelma menjadi seorang putri nan cantik. Samosir ingin menikahi putri cantik tersebut. Sang putri menyetujui dengan syarat Samosir tidak boleh membocorkan rahasianya bahwa dia adalah jelmaan ikan, maka pernikahanpun digelar antara Samosir dan sang putri. Mereka memiliki seorang anak perempuan.

Suatu hari saat si anak disuruh ibunya untuk mengantarkan makan siang pada ayahnya, sang anak memakan makan siang tersebut karena ia benar-benar merasa lapar. Sang ayah yang mendapati kotak makanannya kosong langsung marah pada sang anak dan meneriakinya anak ikan. Anak itu berlari pada ibunya lalu menangis dan mengadu bahwa Samosir meneriakinya anak ikan. Sang putri menyuruh anaknya melarikan diri ke atas bukit. Seketika hujan badai terjadi dan menenggelamkan daerah tersebut, sementara Samosir yang terjebak diantara air berubah menjadi pulau kecil diatas danau.

Cerita lain mengatakan bahwa pada jaman pra sejarah kawasan Danau Toba adalah kawasan gunung supervolcano. Pada suatu hari terjadi letusan yang sangat hebat dari gunung supervolcano tersebut. Konon letusan gunung tersebut telah memengaruhi iklim dunia saat ini. Getaran dan letusan gunung supervolcano pada saat itu menyebabkan terjadinya jaman es dan lekukan Danau Toba sebenarnya adalah kawah dari gunung supervolcano tersebut. Bisa kita bayangkan betapa besar gunung tersebut jika kawahnya saja sebesar danau toba saat ini. Konon setelah melatusnya gunung tersebut maka terjadilah jaman es dan seisi kawah berubah menjadi es. Lama kelamaan setelah zaman es selesai air mulai mencair dan terjadilah Danau Toba.

Bayangan ini tentu mengingatkan kita pada adegan sebuah film animasi tentang jaman para dinosaurus sedang hidup damai, tiba-tiba terjadi sebuah bencana besar yang menghancurkan sebagian besar populasi dinosaurus dan sebagian sisa populasi lainnya punah pada saat jaman es. Kita bisa membayangkan mungkin para dinosaurus tersebut pernah hidup sebelum gunung supervolcano tersebut meletus dan berubah menjadi danau toba.



Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge