Khasiat Tanaman Mungsi Mengatasi Menopause

tanaman mungsi

Tanaman mungsi memiliki nama lokal lain : mose (Madura), musi (Bali) dan ama latinnya : Carum copticum, dari famili Apiaceae.

Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi 40-60 cm. Daunnya majemuk menyirip dengan anak daun kecil-kecil sepeeti garis. Bunganya berwarna putih, keluar dari ujung cabang. Buahnya berbentuk jantung pipih, berbulu halus, warna cokelat. Mungsi sering dijadikan bahan pembuat jamu.

Tanaman mungsi tersedia di balai pembibitan tanaman herbal/ obat. Adapun bagian yang digunakan sebagai obat adalah biji.

Khasiat mungsi : Memiliki efek menghangatkan dan menambah nafsu makan, juga bersifat tonikum untuk menambah stamina tubuh. Sering dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung, sakit perut, diare, disentri, peluruh haid, radang amandel, gangguan pencernaan, masalah menopause, dan menambah stamina (termasuk bagi ibu-ibu yang habis melahirkan).

Resep herbal sederhana :

  1. Masalah menopause (misalnya hot flush, sakit kepala) : ¼ sdt mungsi, 1 buah majakan, ½ kulit buah delima, ¼ sdt adas, 1 ruas kayumanis, 1 jari kunyit. Semua bahan dicuci lalu digiling halus. Tambahkan 1 gelas air lalu saring. Airnya diminum dengan tambahan air jeruk nipis dan gula aren atau madu. Lakukan sehari 2 kali guna menyeimbangkan hormon dan menambah stamina tubuh.
  2. Disentri : 1 sdt mungsi, 1 sdt ketumbar, 3 sdm beras merah, disangrai lalu ditumbuk menjadi bubuk. Seduh dengan air panas dan minum selagi hangat.
  3. Melancarkan ASI : 1 sdt mungsi, 1 sdt adas, 3 ruas kunyit, 2 ruas kencur, 1 ruas temulawak digiling halus lalu tambahkan 2 gelas air, peras dan saring. Minum airnya bersama gula aren dan air jeruk nipis sehari 1 kali terutama sehabis melahirkan.



Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge