Mengenal Dialek Bahasa Cirebon

Kekayaan bahasa juga dimiliki oleh Cirebon dengan dialeknya yang beragam. Dialek bahasa Cirebon yang beragam menjadi bukti nyata peradaban tempo dulu yang maju, serta kekayaan budayanya yang dimiliki Cirebon. berbagai diaelek bahasa Cirebon juga tidak terlepas dari lokasinya yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Cirebon dengan bahasa sundanya tercampur dengan bahasa jawa sehingga menghasilkan dialek bahasa yang khas di perbatasannya.

Wilayah pesisir Cirebon juga memiliki dialek bahasanya sendiri yang berasal dari serapan bahasa lainnya. Beberapa dialek yang khas dari Cirebon antara lain Dialek Jawareh yang merupakan campuran dua bahasa di perbatasan hingga dialek Dermayon yang merupakan campuran bahasan Cirebon Asli dengan Indramayu. Dibawah ini adalah ulasan lengkapnya untuk apa saja keragaman dialek yang ada di tanah Cirebon, yang bisa anda ketahui lebih lengkap berikut ini.

Beberapa Dialek Bahasa di Tanah Cirebon

  1. Dialek Jawareh

Biasanya, dialek bahasa ini digunakan penduduk sekitar perbatasan Kuningan dan Majalengka serta wilayah perbatasan Brebes. Dialek Jawareh ini merupakan gabungan dari bahasa jawa dan sunda. Sebagaimana diketahui, Cirebon memiliki lokasi yang langsung berbatasan dengan Jawa Tengah. Maka tidak heran dialek campuran kedua bahasa ini ada di daerah perbatasan Cirebon dengan daerah di Jawa Tengah.

  1. Dielek Dermayon

Sebagian besar dialog Dermayon ini, digunakan masyarakat sekitar perbatasan Cirebon dan Indramayu. Perbedaan bahasa asli dengan dialek ini hingga 30 persen. Salah satu ciri khasnya dengan menyebut kata “Isun” berarti “Saya” dalam bahasa asli Cirebon menjadi “Reang”. Sebagian masayarakat pesisir juga menggunakan dialek Dermayon ini.

  1. Dialek Plered dan Lor

Dialek ini digunakan masyarakat Cirebon sebagai bahasa sehari – hari didaerah barat dan utara. Ciri khas dialek ini kental dengan vokal “o” contohnya penggunaan kata “Sira” menjadi “Siro” atau “Gawa” menjadi “Gawo”. Masyarakat yang menggunakan dialek ini lebih suka menyebutnya “Wong Cirebon” daripada “Tiang Grage”. Diaelek Plered dan Lor ini, jika didengar sekilas mirip seperti bahasa yang digunakan masyarakat Solo atau Jogja, namun berbeda dari beberapa arti kata dan penggunaannya.

  1. Dialek Gegesik

Wilayah Cirebon bagian barat juga menggunakan dialek ini sebagai bahasa sehari – harinya. Uniknya lagi, dialek yang terdengar lebih halus dari bahasa asli “Wong Cirebon” ini, digunakan pula sebagai bahasa pada pertunjukan wayang khas Cirebon serta beberapa kesenian khas Cirebon lainnya. Selain wilayah barat, bagian utara dan pesisir Cirebon juga ada yang menggunakan dialek Gegesik ini.

  1. Bahasa Cirebon asli

Bahasa Cirebon asli belum memiliki campuran serapan dengan bahasa lain. Umumnya masyarakat yang menggunakan bahasa asli ini menyebut dirinya sebagai “Tiang Grage” bukan “Wong Cirebon”. kata – kata umum khas Cirebon seperti “Isun” untuk menyebut “ Saya” menjadi ciri khas bahasa asli Cirebon ini. umumnya masyakarat daerah keraton menggunakan bahasa asli ini.

Keragaman dialek yang ada di Cirebon menjadi bukti kekayaan peradaban yang dimiliki daerah ini, dan sepatutnya dilestarikan agar kekayaan bahasa ini tidak punah. Semoga bermanfaat.



Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge