Wisata Bahari dan Wisata Sejarah di Banda Neira, Maluku

wisata bahari banda neiraIndonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang besar, memiliki banyak wisata bahari yang bisa dibanggakan. Selain pulau-pulau besarnya, pulau-pulau kecil di Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam. Bahkan, ratusan taun yang lalu, bangsa eropa rela berlayar bemil-mil jauhnya demi bisa mencapai pulau-pulau di Indonesia yang memiliki banyak kekayaan alam yang tidak mereka miliki. Salah satu diantaranya adalah Banda Neira. Banda Neira menjadi salah satu bukti bahwa Belanda pada saat itu sekuat tenaga menancapkan kekuasaannya di Indonesia demi mengeruk kekayaan yang dimiliki bangsa ini. Mereka memburu pala dan cengkeh yang pad saaat itu sedang sangat mahal di pasar Eropa. Di pulau kecil ini, bukan hanya wisata alam yang bisa anda dapatkan tapi juga wisata sejarah.

Berjalan di jalanan kota Banda Neira akan membuat anda merasa seperti sedanga berjalan di jalanan eropa karena di kanan kiri anda akan disuguhi bangunan-bangunan eropa yang pernah dibangun oleh pemerintah Belanda. Disini juga terdapat istana mini yang dulu pernah ditinggali oleh Joen Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Belanda. Istana ini disebut istana mini karena lebih kecil dari bentuk istana pada umumnya. Istana ini juga dibangun satu tahun sebelum pemerintah Belanda membangun Istana Merdeka di Bogor. Di pulau ini juga Bung Hatta, Sutan Syahrir dan Dr Cipto Mangun Kusumo pernah diasingkan, anda juga dapat mengunjungi rumah-rumah bekas pengasingan mereka disini. Ada juga ruangan bekas Bung Hatta mengajar anak-anak Banda Neira saat ia diasingkan ke pulau kecil ini dan anda juga bisa melihat barang-barang peninggalan Bung Hatta di kamar bekas pengasingan Bung Hatta.

Wisata sejarah lainnya di Banda Neira adalah Rumah Buday yang menyimpan banyak peninggalan VOC. Didalam museum terdapt juga lukisan yang menggambarkan suasana saat pasukan VOC membantai pada saudagar kaya di Banda Neira dihadapan anak istri mereka untuk merebut Pala yang mereka miliki. Orang-orang yang tersisa dibawa ke Pulau Jawa untuk dijadikan budak. Peristiwa ini juga diabadikan melalui monumen Parigi RanteMasuk ke dalam Rumah Budaya ini akan membuat anda benar-benar berada di masa puluhan tahun lalu karena semua perabot didalam ruangan adalah perabotan asli. Selain bangunan tua dan rumah peninggalan, wisata sejarah lainnya adalah Benteng Belgica, Benteng Nassau, Benteng Revengie, Benteng Hollandia dan Benteng Concordia. Salah satu dari terbaik adalah Benteng Belgica karena memiliki pemandangan yang indah ke Gunung Api. Jika dilihat dari udara, Benteng Belgica ini berbentuk pentagonal dengan menara di setiap sudutnya. Anda bisa menaiki menara tersebut dengan tangga dan anda akan bisa melihat pemandangan seluruh isi pulau Banda dari atas menara tersebut. Benteng ini dulunya adalah peninggalan portugis lalu dimanfaatkan dan direnovasi oleh pemerintah Belanda untuk mengawasi lalu lintas pasar dagang di Laut Banda.

Setelah puas berwisata sejarah, anda bisa melanjutkan dengan wisata bahari yang tidak kalah menarik. Keindahan wisata bahari Banda Neira adalah karena meletusnya Gunung Api pada 1988 yang pernah meluluhlantakkan Banda, lavanya mengalir kedalam laut dan menghancurkan terumbu karang didalamnya. Namun fenomana alam itu meninggalkan sisa yang indah di bawah laut sampai saat ini dan menjadikan pertumbuhan terumbu karang di Laut Banda menjadi yang tercepat di dunia. Kekayaan Laut Banda telah disejajarkan dengan keindahan laut di Raja Ampat, menjadikan Banda Neira merupakan surga diving kedua setelah Raja Ampat.



2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge